Tedy dalam tulisan

Ikon

Menulis, Menulis dan Menulislah. Sungguh Tuhan itu Maha Penerbit

Sembunyi – Sembunyi

Sembunyi – sembunyi, ku lewati jalan sunyi ini . Tanpa seorangpun tahu, tiada satupun perduli. Sendirian kulewati jalan-jalan setapak ini sepenuh hati.  Tanpa seorangpun mengerti, tiada satupun yang memahami. Menyusuri taman-taman hingga padang  gersang sepi

Mereka yang melihat hanya sanggup tersenyum atau mencaci. Tak buatku sedikit bersenang atau membenci. Karena tujuan hanya satu, dan untuknya aku masih disini.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata

Harus ku Jawab Apa?

Aku masih saha kebingungan dengan jari – jariku yang berada di depan papan ketik. Hendak menuliskan apa ? Terlalu banyak, yang berkumpul di otak, namun bukan sebagai kata, aksara, ataupun kalimat. Bukan, bukan itu semua. Lalu apa? Sebuah ingatan yang tidak bisa dimengerti oleh sekedar 26 abjad ciptaan manusia.

Sejenak, kuamati, itu memang bukan kata, aksara, ataupun sesuatu yang bisa kutulis di atas kertas. Ya, itu adalah sebuah ruas senyum,  lekuk pipi, alis tebal dengan kelopak mata yang sepertinya sanggup membuat para bidadari surga-pun cemburu.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata, ,

Menemukan Namamu

Dalam nadiku, namamu tiada sekedar kata. Aksaranya meng-ejakan kenang. yang mengalir dalam kalimat ingatan.

Dalam nadiku, namamu hadir ibarat merah senja pipimu. Penuhi segala langit yang hadir, dengan beribu kenang-kenang. Dan menjadikan mentari diri harus terbenam larut dengan sukarela

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata

Jalan Kerinduan

storytelling_02Jika yang engkau maksud Cinta adalah tujuan, maka rindu adalah jalan. Lantas bagaimana mungkin engkau sampai jika tidak pernah melalui jalan.

Karena itu jangan sedih akan pedih rindu itu. Berbahagialah dan bersyukur karena rindu membuatmu masih terus mencari sekarang. Orang yang tidak memahami kilat petir mengundang hujan. Akan mengeluh karena gelegar suaranya. Begitu juga mereka yang tidak memahami, akan mengeluh akan perih sembilu  rindu. Padahal ia-lah yang akan mengantarmu  untuk sampai.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata, Perenungan, ,

Secangkir Rindu

Secangkir rindu, kusaji pagi-pagi. Pahitnya, getir menusuk hati. Kuseduh dengan panasnya gelisah tak tentu. Ku campur manisnya bayang parasmu. Semua teraduk dalam kerinduan tak terobati sepanjang pagi.

Secangkir rindu, kunikmati pagi – pagi. Menyebut – nyebut namamu dalam hati. Oh, nyatakah semua ini. Ku telah kehilanganmu dari sisi.

Secangkir rindu, kutuang pagi – pagi.  Mengingat masa-masa itu lagi. Ketika mentari masih menyapa kita di sini. Pahit manis peristiwa, berdua kita nikmati.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata, ,

Aksara Tanpa Suara

001-Alphabet-After-Serlio-letterA-q75-500x432Aku aksara tanpa suara. Hadirku lahirkan kata. Lahirkan alinea. Lahirkan makna. Dan denganku, ku bantu kau ungkapkan rasa.

Aku aksara tanpa suara. Hadirku pelintas waktu, penebas masa. Menjadi saksi setiap peristiwa. Dari zaman ramayana hingga milenia

Aku aksara tanpa suara. Kau susun aku dengan ribuan cara. Kau baca aku dengan berbagai macam bahasa.

Aku aksara tanpa suara. Hadirku penjelas rahasia, pembawa berita, bahkan dari dulu kala.  Kau tuliskan aku di mana saja, mulai pelepah kurma hingga di hati manusia

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata

Remah – Remah Kata

Menurutmu mudah, namun sungguh sulit hidup ini, hampir – hampir saja membuat menyerah. Menurutmu menyenangkan, namun sungguh rumit hidup yang ku lakukan.

Aku belum paham, dengan semua skenario pada semesta alam. Aku tak mengerti tentang yang terjadi pada diri. Begitu penuh dadaku dengan seluruh beban, membuatku sulit untuk sedikit menghela perasaan.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata, Keseharian

Hingga Setengah Matiku

Tidak ada yang lebih meresahkan hati dan jiwaku selain menunggu balasan pesan singkat darimu. Tiada yang lebih mencemaskan hatiku selain apakah tingkah laku ku yang membuatmu menjauhiku. Tiada yang lebih menghawatirkanku selain ketika kamu sedang digayuti duka.

Maafkanku jika terasa menjengkelkan, Maafkan aku jika menurutmu aku mengganggu, maafkan aku jika membuatmu tidak nyaman. Bukan ku sekalipun ingin ku menyakitimu. Bukan itu, sekali – kali tidaklah demikian.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata

Lebih Dari Cinta Manusia Manapun

Ketika melihatmu bersedih, manusia mana yang tidak luka hatinya. Langit mana yang tidak akan menurunkan hujannya, malam mana yang tidak akan memekatkan hitamnya, Angin mana yang tidak akan menjadi badai karenanya.

Ketika melihatmu tersenyum, Matahari mana yang tidak tersipu akan pesonanya, mawar mana yang tidak mekar akan parasnya, dan  mana yang tidak berkicau melihatnya.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata, Keseharian, , , , , ,

Catatan Tepi

Malam ini, seperti biasa, antara aku, bayanganku dan sunyiku, bercengkrama di tepian panjang hidup. Kami perbincangkani setiap baris hingga setiap karakter masa. Sementara di luar rintik hujan begitu sibuk mengirimkan pesan – pesan pada tiap perindu yang sedang dibalut keriuh-rendahan rasa pada hatinya.

Mengetikkan karakter per karakter menjadi teramat sulit, karena begitu bercampurnya perasaan, dan begitu dinamisnya perasaan. Kadang sedih teramat sedih, kemudian bahagia tertawa –tawa, semua terjadi begitu cepat. Sangat sulit jika tidak ingin dikatakan mustahil – mewakilkannya ke dalam kata – kata yang hanya disusun dari 26 karakter abjad.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata, Keseharian, Perenungan

Top Rating

Yang Mampir

  • 196,477 Orang

Masukkan alamat email untuk berlangganan Tedy dalam tulisan dan menerima notifikasi via email jika ada tulisan baru

Bergabunglah dengan 772 pengikut lainnya.

Penafian dan Lisensi

Semua konten dalam blog ini adalah murni ekspresi pribadi penulis dan tidak mewakili lembaga atau institusi manapun, dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi penulis.


Semua konten di blog ini telah didaftarkan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0. Lisensi ini memungkinkan anda untuk bebas mengambil, memodifikasi, dan/atau menyebarluaskan seluruh atau sebagian isi artikel untuk keperluan nonkomersial, selama memberikan kredit kepada saya sebagai penulis pertama dengan menyebutkan “Tedy dalam Tulisan” dan “http://kliktedy.wordpress.com” dan mempertahankan lisensi yang sama dengan yang saya pakai.


Creative Commons License Tedy dalam tulisan by Tedy Tri Saputro is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License. Based on a work at kliktedy.wordpress.com. Permissions beyond the scope of this license may be available at http://kliktedy.wordpress.com.


Tedy in Tweets

  • jadi kalo profesional itu masuk waisya, orang upahan.. gak cocok ngurus negara.. .... 12 hours ago
  • kalo dalam majapahit, dikenal kasta ksatria, dmn mereka yg bekerja mengurus negara dilarang memiliki kepemilikan pribadi.. .... 12 hours ago
  • harusnya mentri bukan profesional, tapi pengabdian, pekerjaan bukan untuk mencari uang, orang yg selesei urusannya dgn dunia .... 12 hours ago
  • kalo profesional, ya kabinet yang bersifat profesi (kerja berdasarkan bayaran).. kalo expert lebih tentang kepakaran.. .... 12 hours ago
  • mksdnya expert toh?RT @SCOOPToday: Jokowi-Kalla: Kabinet Profesional Keniscayaan bit.ly/1nFBoL0 bit.ly/1nFBmmr .... 12 hours ago

RSS Blog Nuklir

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Banner

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 772 pengikut lainnya.