Menurutmu mudah, namun sungguh sulit hidup ini, hampir – hampir saja membuat menyerah. Menurutmu menyenangkan, namun sungguh rumit hidup yang ku lakukan.
Aku belum paham, dengan semua skenario pada semesta alam. Aku tak mengerti tentang yang terjadi pada diri. Begitu penuh dadaku dengan seluruh beban, membuatku sulit untuk sedikit menghela perasaan.
Begitu jauh ku layari seluruh bumi, berkali ku lihat pelabuhan tuk disinggahi, berkali itu pula harus redam sesal hati. Bintang, begitu indah dilihat, namun begitu mustahil didapat.
Sendiri di belantara hidup tidaklah mudah. Sedangkan kamu, jauh lebih beruntung, setidaknya ada yang menjadi sandaran ketika lelah bergelayut, setidaknya ada tempat tumpahan ketika jiwa sudah tak mampu menyangga.
Terimakasih, tidak apa. Tidak apa tidak memperdulikanku. Aku baik – baik saja dengan sisa – sisa remah yang kupunya. Terimakasih banyak…
Filed under: Bingkai Kata, Keseharian







One Response