Ketika melihatmu bersedih, manusia mana yang tidak luka hatinya. Langit mana yang tidak akan menurunkan hujannya, malam mana yang tidak akan memekatkan hitamnya, Angin mana yang tidak akan menjadi badai karenanya.
Ketika melihatmu tersenyum, Matahari mana yang tidak tersipu akan pesonanya, mawar mana yang tidak mekar akan parasnya, dan mana yang tidak berkicau melihatnya.
Ketika melihatmu marah, bumi mana yang tidak menghentakkan lempengnya, gunung mana yang tidak meletus karenanya, dan laut mana yang tidak memunculkan gelombangnya.
Bagaimana tidak, Kecantikanmu mampu membuat semesta tersenyum, alam yang berduka kembali bergembira, tanaman yang layu bersemi kembali.
Engkau adalah oase di gurun sahara, harapan setiap pengelana, penuntas dahaga setiap jiwa, peredam setiap resah yang bergelora.
Bukan apa – apa yang kutuliskan ini, meskipun tidak kutuliskan, engkau tetap lebih cantik dari yang kulukiskan, lebih mempesona dari yang diperkirakan, lebih anggun dari yang pernah terdetak dalam bayangan.
Tapi bagaimanapun itu, engkau juga harus tahu, seandainyapun engkau tak seperti itu, aku akan tetap mencintaimu lebih dari cinta manusia manapun yang pernah ada di muka bumi ini
Filed under: Bingkai Kata, Keseharian, gurun sahara, layu, mekar, meletus, mencintaimu, tidak akan






