Tedy dalam tulisan

Ikon

Menulis, Menulis dan Menulislah. Sungguh Tuhan itu Maha Penerbit

Mengenal Diri

“Barang siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya”

Tulisan ini saya buka dengan sebuah pertanyaan. Siapa yang lebih dekat dengan kita? Sahabat karib kitakah? Saudarakah? Atau siapa? Sungguh, tiada yang lebih dekat dengan diri kita melainkan diri kita sendiri. Karena itulah mengenal diri sendiri menjadi sesuatu yang sangat penting dan esensial. Karena pengetahuan tentang diri adalah sebuah kunci untuk mengenal Tuhan. Jika kita tidak sanggup mengenali siapa diri kita, lantas bagaimana kita mampu mengenal Tuhan kita?

Lalu apa yang dimaksud dengan mengetahui diri sendiri? Mungkin yang baru kita ketahui hanyalah bentuk lahiriah seperti badan, wajah dan anggota-anggota badan lainnya. Sungguh, pengetahuan seperti itu tidak akan pernah bisa menjadi kunci pengetahuan tentang Tuhan.

Demikian pula halnya jika pengetahuan kita hanyalah sekedar bahwa jika lapar maka kita makan, dan jika marah maka kita akan melampiaskan ke seseorang. Akankah kita dapatkan kemajuan-kemajuan lebih? Mengingat dalam hal ini tidak ada perbedaan yang berarti antara kita dengan binatang.

Yang dimaksud pengetahuan diri yang sebenarnya disini adalah pemhaman tentang hal – hal berikut :

Siapakah kita? Dari mana kita datang? Kemana kita pergi, apa tujuan kita datang dan tinggal sebentar di sini? Di manakah kebahagiaan dan kesedihan kita yang sebenarnya berada? Sebagian sifat yang kita miliki adalah sifat-sifat binatang, sebagian yang lain adalah sifat-sifat setan dan selebihnya merupakan sifat-sifat malaikat. Kita mestinya menemukan mana di antara sifat-sifat ini yang pokok dan mana yang bukan. Sebelum kita mengetahui ini, adalah mustahil, menemukan letak kebahagiaan kita

Pekerjaan hewan hanyalah makan, tidur dan berkelahi. Oleh karena itu, jika kita tidak jauh berbeda dengan seekor hewan, marilah menyibukkan diri kita dengan pekerjaan-pekerjaan ini. Begitupula dengan Setan, ia selalu sibuk mengobarkan kejahatan, siasat dan kebohongan. Jika kita termasuk golongan ini, maka kerjakanlah pekerjaan ini. Sedangkan Malaikat-malaikat selalu merenungkan keindahan Tuhan dan sama sekali bebas dari kualitas-kualitas hewan. Jika kita mempunyai sifat-sifat malaikat, maka berjuanglah untuk mencapai sifat-sifat awal kita agar bisa kita bisa mengenali dan merenungi Dia Yang Maha Tinggi, serta merdeka dari perbudakan nafsu dan amarah.

Selain hal itu kita harus menemukan sebab-sebab mengapa kita diciptakan Allah dengan kedua insting hewan ini. Haruskah keduanya menundukkan dan memerangkap kita? Ataukah kita yang mesti menundukkan mereka? Dan menjadikan salah satu di antaranya sebagai kuda tunggangan serta yang lainnya sebagai senjata

Bersambung..

Filed under: Perenungan, ,

3 Responses

  1. panah hujan mengatakan:

    Bahan perenungan yang sangat bermanfaat :)

  2. [...] bagian diri kita yang hilang agar saat kita  kembali ke kota perantauan kita telah kembali mengenali diri kita sebagai manusia [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat email untuk berlangganan Tedy dalam tulisan dan menerima notifikasi via email jika ada tulisan baru

Bergabunglah dengan 772 pengikut lainnya.

Penafian dan Lisensi

Semua konten dalam blog ini adalah murni ekspresi pribadi penulis dan tidak mewakili lembaga atau institusi manapun, dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi penulis.


Semua konten di blog ini telah didaftarkan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0. Lisensi ini memungkinkan anda untuk bebas mengambil, memodifikasi, dan/atau menyebarluaskan seluruh atau sebagian isi artikel untuk keperluan nonkomersial, selama memberikan kredit kepada saya sebagai penulis pertama dengan menyebutkan “Tedy dalam Tulisan” dan “http://kliktedy.wordpress.com” dan mempertahankan lisensi yang sama dengan yang saya pakai.


Creative Commons License Tedy dalam tulisan by Tedy Tri Saputro is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License. Based on a work at kliktedy.wordpress.com. Permissions beyond the scope of this license may be available at http://kliktedy.wordpress.com.


Tedy in Tweets

  • jadi kalo profesional itu masuk waisya, orang upahan.. gak cocok ngurus negara.. .... 14 hours ago
  • kalo dalam majapahit, dikenal kasta ksatria, dmn mereka yg bekerja mengurus negara dilarang memiliki kepemilikan pribadi.. .... 14 hours ago
  • harusnya mentri bukan profesional, tapi pengabdian, pekerjaan bukan untuk mencari uang, orang yg selesei urusannya dgn dunia .... 14 hours ago
  • kalo profesional, ya kabinet yang bersifat profesi (kerja berdasarkan bayaran).. kalo expert lebih tentang kepakaran.. .... 14 hours ago
  • mksdnya expert toh?RT @SCOOPToday: Jokowi-Kalla: Kabinet Profesional Keniscayaan bit.ly/1nFBoL0 bit.ly/1nFBmmr .... 14 hours ago

Banner

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 772 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: