Suatu waktu, ketika saya sedang asyik bergoogling ria tiba – tiba saya menemukan gambar ini
Ini adalah gambar sekumpulan orang yang sedang berekreasi di daerah pantai yang letaknya berdekatan dengan 2 unit PLTN Vandellos (gambar Belakang) di Hospitalet del Infant dekat dengan Tarragona. Spanyol.
Kemudian gambar di bawah ini menunjukkan sebuah keluarga yang sedang berekreasi di sebuah pantai di Kenting Cina, Yang merupakan kawasan PLTN (belakang).

Lalu pasti timbul pertanyaan. Apakah orang – orang itu tidak takut akan radiasi dari PLTN yang berada di dekatnya?
Lalu jawab saya
“Tanyakan saja pada GETON ( Gerakan Tolak Nuklir), MANI (Masyarakat Anti Nuklir), atau barangkali Greenpeace Indonesia yang sampai saat ini terus – terusan ngeyel menakut-nakuti masyrakat sehingga mereka terkena Nuclearphobia. Kalau memang PLTN berbahaya, mengapa orang – orang yang ada di foto itu mau mengorbankan hidup dan masa depan mereka dengan berekreasi di pantai yang bersebelahan dengan PLTN tersebut? Apakah tidak ada tempat rekreasi lain?
Pasti kaum anti Nuklir akan mengelak dengan jurus lama :
“Foto itu pasti telah direkayasa”
Maka jawab saya
Minta saja Roy Suryo mengecek keaslian foto itu?
![]()
pasti Roy Suryo bilang
Foto ini Asli!!
Maka pasti tidak ada kesimpulan lain selain mengatakan PLTN adalah aman bagi lingkungan dan tidak ada alasan untuk menolak PLTN. Saya akan memberikan alasannya yang terangkum dalam tabel dibawah ini

Bisa dilihat bahwa radiasi yang diterima karena tinggal di PLTN adalah sangat kecil (1 milirem per tahun) bahkan lebih kecil dari radiasi alami yang dikeluarkan tubuh anda sendiri (sebesar 40 milirem)
Agar lebih jelasnya, marilah membaca tulisan saya yang lampau.
Mengapa Menolak PLTN? (Bagian 1)
Mengapa Menolak PLTN? (Bagian 2)
Memang, Seharusnya tidak ada alasan lagi untuk alergi terhadap Nuklir, karena PLTN adalah merupakan sebuah solusi pemenuhan krisis energi kita yang ramah lingkungan. Kalau saja seandainya mereka ( aktivis lingkungan hidup,pen ) serius terhadap pencegahan Global Warming. Mengapa bukan PLTU yang dijadikan sasaran unjuk rasa?

Seperti yang telah diketahui bahwa Pemakaian batubara sebagai bahan bakar dapat menimbulkan polutan yang mencemari udara berupa
1. gas SOx (oksida-oksida belerang) yang dikenal sebagai sumber gangguan paru-paru dan berbagai penyakit pernafasan.
2. gas NOx (oksida-oksida nitrogen),, yang bersama dengan gas SOx adalah penyebab dari fenomena “hujan asam” yang terjadi di banyak negara maju dan berkembang, terutama yang menggantungkan produksi listriknya dari PLTB. Fenomena ini diperkirakan membawa dampak buruk bagi industri peternakan dan pertanian.
3. gas COx (karbon monoksida) yang membentuk lapisan yang menyelubungi permukaan bumi dan menimbulkan efek rumah kaca (”green-house effect”) yang pada akhirnya menyebabkan pergeseran cuaca yang telah terbukti di beberapa bagian dunia.
4. partikel-partikel debu (fly ash) selain mengadung unsur-unsur radioaktif juga berbahaya bagi kesehatan jika sampai terhirup masuk ke dalam paru-paru.
5. logam-logam berat seperti Pb,Hg,Ar,Ni,Se dan lain-lain, yang terbukti terdapat dengan kadar jauh di atas normal di sekitar PLTU.
Patut dikaji pula dalam diagram berikut

Oh iya, baru – baru ini pemerintah mencanangkan pemercepatan pembangunan PLTU 10.000 MW dan rencananya akan selesei 2009. Ini kemudian akan disusul dengan pembangunan PLTU – PLTU berikutnya seperti di kalimantan dan di beberapa daerah lainnya. Kalau memang aktivis lingkungan memang concern, seharusnya ini menjadi masalah serius bagi mereka. Karena jika penggunaan batu bara meningkat, maka kita tentu sudah dapat memperkirakan dampaknya. Es di kutub akan mencair dan sebagian pulau jawa akan tenggelam
maka ini yang seharusnya menjadi slogan yang mereka suarakan

Pada akhirnya saya berharap agar Insyafnya Patrick Moore, Sang Pendiri Greenpeace juga diikuti oleh para juniornya.
Semoga
Filed under: Energi Nuklir, Fisika, Sains dan Teknologi , batu bara, GETON, global warming, Greenpeace, MANI, Nuklir, PLTN, PLTU, polusi








wow…
[...] Comment! Oleh: Tedy Tri Saputro *) Tedy dalam tulisan [...]