Tedy dalam tulisan

Icon

Tulisan ini, sketsa masa depan

Mengapa Menolak PLTN? (Bagian 2)

Pada tulisan saya sebelumnya, saya telah membahas 3 prasangka negatif kebanyakan orang tentang teknologi yang satu ini. Sekarang, mari hirup nafas dalam – dalam, dan lanjutkan ke pertanyaan ke empat.

Bukankah Radiasi di sekitar PLTN sangat berbahaya?

Lebih dulu tentu kita harus mengetahui, apa sih radiasi itu?Radiasi biasanya berarti transmisi gelombang, objek atau informasi dari sebuah sumber ke medium atau tujuan sekitarnya.Dalam fisika, konsep yang berhubungan adalah

1. Radiasi ionisasi adalah sebuah semburan partikel (seperti photon) dengan energi yang berkecukupan untuk menyebabkan ionisasi atom atau molekul.
2. Radiasi non-ionisasi seperti di atas hanya tidak memiliki cukup energi.
3. Radiasi elektromagnetik: cahaya adalah salah satu bentuknya yang tampak mata; radiasi thermal adalah bentuk panas. Keseluruhan, jangkauan panjang gelombang mencakup gelombang Frekuensi sangat rendah dengan panjang dalam km, radio AM, radio FM, TV dan gelombang mikro, inframerah (panas) gelombang, cahaya tampak, ultraungu, sinar-X, dan sinar gamma.
4. Radiasi gravitasi
5. Radiasi partikel adalah sebuah bentuk radiasi dimana unsur individual bersikap seperti partikel, contohnya radiasi neutron cepat atau lambat

6. Radiasi Cherenkov adalah pemancaran radiasi elektromagnetik oleh partikel bermuatan bergerak melalui sebuah medium terinsulasi lebih cepat dari kecepatan cahaya dalam medium tersebut.
7. Radiasi synchotron dipancarkan oleh partikel bermuatan yang dipercepat dalam medan magnet dan bergerak mendekati kecepatan cahaya. Ini terjadi, contohnya, bila partikel bergerak dalam lingkaran, seperti dalam synchrotron.

Radiasi kadangkala juga digunakan, tidak tepat, untuk menunjuk ke kontaminasi radioaktif, pembebasan isotop radioaktif ke lingkungan. Isotop tersebut kemudian melepaskan radiasi terionisasi, yang dapat membuat parah apabila isotop tersebut diserap oleh tumbuhan, hewan atau manusia, karena isotop kemudian melepas radiasi terionisasi dari dalam organisme. (Sumber: wikipedia )

Anggapan bahwa radiasi di sekitar PLTN berhaya adalah keliru, justru radiasi sinar-sinar radioaktif yang selama ini menjadi bahan kecemasan masyarakat (selanjutnya akan disebut radiasi) bukanlah sumber utama polusi pada PLTN. Ini terbukti bahwa secara rata-rata untuk seorang yang tinggal sampai 1 km dari sebuah reaktor nuklir, dosis radiasi yang diterimanya dari bahan-bahan yang dipakai di reaktor tersebut adalah kurang dari 10% dari dosis radiasi alam (dari batuan radioaktif alami, sinar kosmis, sinar-sinar radioaktif untuk maksud-maksud medis)

Bandingkan dengan penggunaan batubara sebagai sumber energi listrik ( PLTU ). Pemakaian batubara sebagai bahan bakar dapat menimbulkan polutan yang mencemari udara berupa

1. gas SOx (oksida-oksida belerang) yang dikenal sebagai sumber gangguan paru-paru dan berbagai penyakit pernafasan.
2. gas NOx (oksida-oksida nitrogen),, yang bersama dengan gas SOx adalah penyebab dari fenomena “hujan asam” yang terjadi di banyak negara maju dan berkembang, terutama yang menggantungkan produksi listriknya dari PLTB. Fenomena ini diperkirakan membawa dampak buruk bagi industri peternakan dan pertanian.
3. gas COx (karbon monoksida) yang membentuk lapisan yang menyelubungi permukaan bumi dan menimbulkan efek rumah kaca (“green-house effect”) yang pada akhirnya menyebabkan pergeseran cuaca yang telah terbukti di beberapa bagian dunia.
4. partikel-partikel debu (fly ash) selain mengadung unsur-unsur radioaktif juga berbahaya bagi kesehatan jika sampai terhirup masuk ke dalam paru-paru.
5. logam-logam berat seperti Pb,Hg,Ar,Ni,Se dan lain-lain, yang terbukti terdapat dengan kadar jauh di atas normal di sekitar PLTU.

Sungguh unik memang bahwa ternyata batubara juga melepaskan partikel-partikel radioaktif. Hal ini terjadi karena batubara juga mengandung unsur radioaktivitas alam yang terjebak di dalamnya. kemudian pada saat pembakaran terjadi pembelahan menyebabkan unsur radioaktivitas alam tersebut akan ikut ke luar bersama-sama dengan gas emisi lainnya. Mengapa unsur radioaktif terjebak di dalam batubara? ini tidak lain karena unsur radioaktif lebih dulu terbentuk di bumi ini dibandingkan dengan terbentuknya batubara. Unsur radioaktif seperti batuan Uranium terbentuk pada zaman geologi yang disebut Pra Kambrium ( 3900 juta tahun yang lalu), sedangkan batubara terbentuk jauh sesudah zaman Pra Kambrium.

Jadi Batubara yang terbentuk jauh sesudah terjadinya unsur radioaktif di bumi ini, akan menangkap dan menjebak unsur radioaktif yang sudah terbentuk lebih dulu. Unsur radioaktif yang terjebak di dalam batubara tersebut akan ke luar pada saat terjadi pembelahan (cracking) akibat pembakaran batubara.

Pada saat batubara dibakar terjadilah pembelahan (cracking) molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dan pada saat inilah unsur radioaktif yang terjebak di dalam batubara selama berjuta-juta tahun akan ke luar bersama-sama dengan hasil emisi batubara lainnya. Unsur radioaktif yang ke luar dari cracking batubara sangat banyak dan ini tergantung pada jenis dan asal tempat penambangan batubara. Hasil penelitian terakhir menyebutkan bahwa unsur radioaktif yang ke luar sebagai polutan pencemar udara lingkungan sekitar 36 macam unsur radioaktif. Yang diantaranya adalah

1. Timbal-210 yang memiliki waktu paro 19,4 tahun,

2. Plonium – 210 dengan waktu paro 138,3 hari,

3. Protactinium-231 dengan waktu paro 3,43 x 10^4 tahun,

4. Radium-226 yang memiliki waktu paro 1620 tahun,

5. Thorium-232 dengan waktu paro 1,39 x 10^10 tahun,

6. Uranium-238 dengan waktu paro 4,5 x 10^9 tahun,

7. Karbon-14 dengan waktu paro 5730 tahun

Polutan radioaktif nomor urut 1 sampai dengan 6 adalah golongan logam berat yang dapat menyababkan dampak buruk terhadap kesehatan manusia apabila masuk ke dalam tubuh manusia. Dari segi paparan radiasi, radiasi Beta yang ke luar dari Timbal-210 merupakan bahaya radiasi eksternal (unsur radioaktif tersebut walaupun berada di luar tubuh manusia tetap dapat merupakan sumber bahaya radiasi, apalagi kalau sampai masuk ke dalam tubuh manusia.) dan internal terhadap tubuh manusia, sedangkan radiasi Alpha yang ke luar dari Polonium-210 sampai dengan Uranium-238 merupakan bahaya radiasi internal terhadap tubuh manusia (artinya unsur radioaktif tersebut tidak berbahaya kalau hanya berada di luar tubuh manusia karena daya tembusnya (jangkauannya) yang sangat pendek, akan tetapi menjadi berbahaya bila masuk ke dalam tubuh manusia ).

Dari segi daya racunnya polutan radioaktif nomor 1 sampai dengan 4 di atas termasuk kelompok radiotoksisitas sangat tinggi, sedangkan polutan radioaktif Thorium-232 dan Uranium-238 termasuk kelompok radiotoksisitas rendah. Namun meskipun begitu, kedua unsur radioaktif tersebut ( Thorium-232 dan Uranium-238 ) merupakan induk radioaktivitas alam yang dapat “meluruh/beranak-cucu” sampai banyak. Thorium-232 akan menurunkan 11 unsur radioaktif alam dan satu unsur stabil (Timbal-208), sedangkan Uranium-238 akan menurunkan 17 unsur radioaktif alam dan satu unsur stabil (Timbal-206). Karbon-14 yang termasuk termasuk kelompok radiotoksisitas sedang dapat berupa abu karbon (fly ash) atau dalam bentuk gas CO2 dan senyawa hidrokarbon lainnya yang radioaktif.

Sebuah keluarga sedang berekreasi di sebuah pantai di Kenting Cina, Yang merupakan kawasan PLTN (belakang). Ini menunjukkan bahwa PLTN aman bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga tidak ada kekuatiran keluarga ini untuk berekreasi di daerah PLTN. Hal ini yang tidak kita temukan pada PLTU

Dari sini dapat kita lihat bahwa praduga mengenai radiasi di sekitar PLTN berbahaya sangatlah tidak beralasan Sekedar gambaran, resiko akibat radiasi 1 milirem (karena tinggal di sebelah PLTN selama setahun) kurang lebih setara dengan 1/(8 juta) resiko meninggal akibat kanker. Radiasi sebesar ini juga kita terima menonton TV dalam setahun. Sebagai tambahan pula PLTU Batubara dengan kapasitas 1.000MWe ternyata menimbulkan radiasi ke lingkungan 100 kali lebih besar dibanding PLTN dengan daya yang sama dan pembakaran batubara diseluruh dunia telah menghasilkan limbah radioaktif Uranium dan Thorium sebesar 37.000 ton setiap tahunnya, dimana 7.300 ton diantaranya berasal dari PLTU di Amerika Serikat. Sayang sekali Desain PLTU pun- tidak seperti PLTN – tidak dirancang untuk menangani limbah radioaktif semacam ini

Bersambung…

Sumber :

1. Polutan Radioaktif dari Batubara, Elektro Indonesia 5/1996

Oleh H.Wisnu Arya Wardhana

(Staf pengajar pada Perguruan Tinggi Kedinasan , Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN ) dan menjadi dosen tidak tetap di fakultas Teknik UGM.)

2. http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/hframe.htm

3. Nuklir, apa itu?

Filed under: Energi Nuklir, Fisika, Sains dan Teknologi , , , , , , , , ,

2 Responses

  1. [...] 2008 — Tedy Setelah sekian lama tertunda, saya akan melanjutkan lagi sambungan serial tulisan saya yang sebelumnya mengenai bantahan terhadap presepsi negatif masyarakat terhadap PLTN. Tidak tahu kenapa tiba – tiba [...]

  2. [...] Comment! Oleh: Tedy Tri Saputro http://kliktedy.wordpress.com [...]

Leave a Reply

Penafian dan Lisensi

Semua konten dalam blog ini adalah murni ekspresi pribadi penulis dan tidak mewakili lembaga atau institusi manapun, dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi penulis.


Semua konten di blog ini telah didaftarkan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0. Lisensi ini memungkinkan anda untuk bebas mengambil, memodifikasi, dan/atau menyebarluaskan seluruh atau sebagian isi artikel untuk keperluan nonkomersial, selama memberikan kredit kepada saya sebagai penulis pertama dengan menyebutkan “Tedy dalam Tulisan” dan “http://kliktedy.wordpress.com” dan mempertahankan lisensi yang sama dengan yang saya pakai.


Creative Commons License Tedy dalam tulisan by Tedy Tri Saputro is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License. Based on a work at kliktedy.wordpress.com. Permissions beyond the scope of this license may be available at http://kliktedy.wordpress.com.


Banner