Perpindahan Muatan Listrik Statis
26 Februari 2008 — TedyTunol adalah seorang anak berumur 7 tahun, anak seorang pedagan kain wool. Dirumahnya banyak sekali potongan-potongan kain wol yang tidak terpakai, sehingga itu sering menjadi mainan Tunol, suatu ketika ibu Tunol membelikan Tunol penggaris plastik yang elastis, begitu senangnya dengan penggaris itu, Tunol selalu membawa penggaris plastiknya itu kemanapun dia pergi, bahkan saat bermain -main dengan potongan-potongan kain wol. Suatu ketika Tunol menggosok-gosokan penggaris plastiknya ke kain potongan kain wol tersebut, lalu waktu penggaris itu di dekatkan dengan potongan-potongan kertas, ternyata hal menarik terjadi, potongan - potongan kertas tadi tertarik ke penggaris seperti magnet.Tunol hera, dan menunjukkan ini kepada teman-teman sebayanya sebagai sebuah sulap. Teman-teman tunol sangat kagum dengan apa yang dilakukan tunol. dan menyangka bahwa tunol merupakan seorang pesulap cilik.
Mungkin cerita tentang tunol tadi pernah kita alami waktu kita masih kecil, kita sering heran, mengapa semua ini terjadi? Bahkan sampai sekarangpun ada dari beberapa pembaca yang belum mengerti.
Menurut fisika, fenomena diatas tak lain hanyalah merupakan perpindahan muatan-muatan negatif dari suatu benda ke benda lain. Tidak ada muatan yang diciptakan disini. Pada kasus tunol tersebut, saat penggaris plastik digesekkan dengan kain wol maka sebenarnya telah terjadi perpindahan muatan-muatan negatif (elektron) dari kain wol menuju penggaris plastik, ini mengakibatkan penggaris plastik tersebut dimuati oleh muatan negatif sedangkan kain wol tersebut telah kehilangan muatan negatif (elektron) dalam jumlah sama seperti muatan negatif yang diberikan pada penggaris plastik tersebut. Sehingga jumlah muatan negatif yang meninggalkan kain wol adalah sama dengan jumlah muatan negatif yang diterima batang penggaris plastik. Inilah yang disebut hukum kekekalan muatan, dimana tidak ada muatan yang diciptakan, namun hanya ada perpindahan elektron dari satu medium ke medium yang lain
Itulah yang menyebabkan penggaris plastik tersebut mampu menarik potongan-potongan kertas seperti magnet menarik logam-logam di sekitarnya. Anda tidak percaya? silahkan anda mencobanya




27 Februari 2008 pukul 9:27 am
Sudah ane coba bang…
Bang, kuliahna di STPDN ya? kok pake seragam, atau mungkin di akademi maritim?
27 Februari 2008 pukul 9:29 am
Pertanyaannya udah dijawab di profile abang… keren …
28 Februari 2008 pukul 3:37 pm
hehehehe…
yupz udah dibaca yah?
ya..aq kul di STTN-BATAN,( perguruan tinggi kedinasan di bawah BATAN)…
makasih dah ngunjungin blog ini…
moga tambah pedes aza