Pernah tidak kita berpikir tentang bagaimana alam semesta diciptakan??mungkin banyak jawaban bila pertanyaan ini dilontarkan. Terlepas dari semua jawaban yang akan keluar. Sekarang kita akan melakukan perjalanan sejenak ke masa lampau dengan mesin waktu fiktif kita, karena dengan kita sedikit berfikir tentu akan pula menambah cara pandang kita kepada dunia.
Sebenarnya banyak sekali ilmuwan dan filsuf yang ingin menjelaskan bagaimana alam semesta itu berasal. Seorang filsuf jerman yang bernama Immanuel Kant menjelaskan bahwa alam semesta ada selamanya dan bahwa setiap kemungkinan apapun, meskipun mustahil, harus dianggap mungkin. Sebenarya ini bukanlah pandangan baru. Pemikiran ini pernah dicetuskan oleh democritus dan memang diterima luas pada waktu itu.
Namun Seorang fisikawan rusia Alexandra Friedman pada tahun 1922 dalam perhitungannya menghasilkan sebuah temuan mengejutkan, dia menyimpulkan bahwa alam semesta tidaklah statis, artinya sebuah impuls kecil sudah mampu untuk membuat alam semesta ini mengerut ataupun mengembang. Berdasarkan hasil penghitungan Friedman, George Lemaitre seorang ahli astronomi belgia menyangkal apa yang dikatakan Immanuel Kant yang menyatakan alam semesta ini statis. Lemaitre, menyatakan bahwa alam semesta mempunyai permulaan dan bahwa ia mengembang sebagai akibat dari sesuatu yang telah memicunya. Dia juga menyatakan bahwa tingkat radiasi (rate of radiation) dapat digunakan sebagai ukuran akibat (aftermath) dari “sesuatu” itu.
Tahun 1929 Edwin Hubble di Observatorium Mount Wilson California membuat penemuan astronomi yang menjadi bukti dari pernyataan Friedman dan Lemaitre. Ia menemukan dalam pengamatannya bahwa bintang – bintang cenderung ke arah spektrum merah. Dalam Fisika kita tahu bahwa spektrum berkas cahaya yang menjauhi bumi cenderung ke arah merah. Ini menimbulkan kesimpulan bahwa bintang – bintang ini menjauhi bumi. Bukan hanya itu Hubble juga menemukan bahwa bintang – bintang itu ternyata saling menjauh satu dengan lainnya. Jadi kesimpulan dari penemuan yang diperoleh hubble adalah bahwa alam semesta ini tidaklah statis tapi mengembang seiring dengan waktu.
Lalu apa hubungannya mengembangnya alam semesta dengan awal jagad raya???Jika alam semesta semakin besar sejalan dengan waktu. Maka bila kita mundurkan waktu kita akan mendapati alam semesta akan mengerut. Terus mengerut sampai suatu titik tertentu. Titik ini berkerapatan tak hingga dan volume nol. Titik ini memiliki gaya gravitasi yang tak hingga besarnya. Titik nol ini sama dengan “tidak ada” karena sains memang tidak mengenal materi yang bervolume nol
Jadi kesimpulannya Alam semesta kita muncul dari hasil ledakan massa dan gaya gravitasi yang tak hingga yang mempunyai volume nol ini. Ledakan ini bernama “Big Bang” atau Ledakan Besar. Sebuah fakta lain yang kita temukan disini adalah bahwa ternyata alam semesta ini memiliki awal dan juga akhir dan mengembang seiring dengan waktu.
Einstein melakukan kesalahan besar dalam hidupnya dengan mempertahankan teori keadaan tetap. Sebenarya perhitungan yang dia lakukan menunjukkan bahwa alam semesta ini tidak statis.namun dia menambahkan apa yang disebut konstanta kosmologi dalam persamaannya demi mempertahankan teori keadaan tetap. Namun pada akhirnya dia mengakui bahwa ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya
Lalu bagaimana dengan waktu???Tentu waktu itu tidak ada bila materi tidak ada. Menurut teori relativitas, ruang-waktu adalah dinamis, dan bergantung pada distribusi materi dan energi. ruang-waktu adalah relasional, bukan absolut. jika semua materi dihilangkan, tidak ada yang tersisa – tidak ada ruang-waktu jika tidak ada materi. Ruang-waktu tidaklah eksis dengan sendirinya, tapi ruang-waktu adalah network dari hubungan dan perubahan.
Dari sini kita bisa merenung tentang kebenaran bahwa alam semesta ini memang diciptakan dari ketiadaan dan memiliki awal dan juga akhir. Siapakah yang menciptakan alam semesta ini?? seluruh pemikiran kita akan tertuju pada satu Dzat yang Maha Pencipta, yang tidak memiliki awal ataupun akhir, Dia adalah ALLAH yang Maha Bijaksana dan Tidak terbatas pengetahuannya
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesung-guhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (QS. Adz-Dzaariyat, 51: 47)
Filed under: Fisika , big bang, einstein, Fisika, jagad raya, Sains dan Teknologi








mungkin nggak Alam tercipta dg sendirinya?? seperti klaim bahwa Tuhan tercipta tanpa diciptakan. Btw jangan2 ada tu penciptanya Tuhan sang Pencipta.
salam kenal
salam kenal juga bung…
menurut sepengetahuan saya…dari ledakan big bang ini sudah nampak bahwa alam semesta ini bukanlah suatu kebetulan, namun dari hasil sebuah penciptaan…seperti kita tahu bahwa semua efek dari ledakan adalah menghancurkan…bukannya membangun..
namun Ledakan bigbang beda…ledakan ini malah menghasil kan galaksi, bintang2, dan planet…jadi jelas bahwa ledakan ini bukanlah ledakan biasa…namun ledakan yang sudah di desain sedemikian rupa….sehingga tentu mustahil bila kita mengatakan ledakan itu ada dengan sendirinya
ok katakanlah alam semesta (universe) ini berawal dari big bang, lalu apa yg terjadi sebelum big bang?
mungkin nggak bahwa big bang itu merupakan proses kelahiran sebuah semesta?, seperi hanya kelahiran sebuah galaksi atau tata surya, mungkin nggak ada semesta2 lain?, bahwa semesta ini multiverse instead of universe, bahwa kita ini hidup dalam semesta yg berdampingan dengan semesta2 lain, yg bisa saja jumlahnya milyaran.
dan yg saya binggung, kok kesimpulannya:
dan kesimpulan akhirnya: mustahil alam tercipta sendiri pasti ada yg menciptakan, yakni Tuhan.
pertanyaan saya:
Dasar (premis2) dari kesimpulan ini apa? lalu model inferensinya spt apa? lalu bagaimana menguji/ membuktikan bahwa kesimpulan diatas benar atau salah?
ah entah, alam semseta terlalu luas dan agung buat saya
Salam Kedamaian
seperti yang diketahui…
ada 2 teori tentang penciptaan alam semesta
1. teori keadaan tetap –> teori ini tidak pernah bisa diamati dan belum ada fakta2 ilmiah sampai sekarang…orang2 mempertahankan teori ini hanya demi mempertahankan ideologi mereka dengan menolak fakta penciptaan..karena bila alam semesta memiliki awal, maka sudah pasti ada pencipta..
2. teori big bang —> seperti yang saya tuliskan diatas bahwa teori ini didasarkan atas pengamatan bintang oleh edwin hubble, penghitungan matematis oleh einstein, dan juga didukung oleh fakta – fakta seperti radiasi latar yang tersebar di seluruh jagad raya…radiasi latar adalah sisa2 sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ledakan big bang yang memang seharusnya ada bila teori ini benar…selain itu teori bigbang dikuatkan oleh jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.
mengenai apa yang terjadi sebelum bigbang…maka seperti artikel saya menjelaskan bahwa bigbang adalah awal dari penciptaan jagad raya yang dimulai dari titik bervolume nol…alias dari ketiadaan…disini dipahami bahwa tidak ada materi apapun sebelum bigbang…nah…bila materi tidak ada, maka waktu pun juga tidak ada…karena sebenarnya waktu tidaklah absolut seperti yang dikatakan newton…tapi waktu berhubungan dengan ruang…seperti kata einstein dalam teori relativitasnya…bila ruang tidak ada..maka waktu pun juga tidak ada…
mengenai pertanyaan mungkin tidak ada alam semesta lain selain alam semesta yang kita tinggali?…
menurut yang saya pelajari..mungkin yang saudara maksud adalah teori jagad raya jamak atau Multiverse
Menurut teori ini, jagat raya (universe) yang kita tempati mungkin hanyalah satu dari sekian banyak jagat raya (universes) berjumlah tak hingga yang membentuk sebuah “jagat raya jamak” yang jauh lebih besar lagi yang dinamakan “multiverse” (=kumpulan dari banyak “universe”, multi=banyak/jamak, uni=satu/tunggal)
namun belum ada bukti yang memperkuat semua itu..itu hanyalah teori atau hipotesis yang belum bisa diamati…ilmu pengetahuan bekerja sesuai dengan pengamatan…bukan prasangka- prasangka…kalo suatu teori tidak bisa diamati dan tidak mempunyai bukti..maka teori tersebut tidak bisa dipercaya (atau setidaknya belum bisa dipercaya)
oh mengenai dasar2 yah..
hm…tadi kan sudah saya tulis bahwa semua efek ledakan adalah menghancurkan bukannya menciptakan..seperti ledakan bom atom, ledakan apapun lah…itu pasti menghancurkan…
namun big bang beda…ledakan yang satu ini lah yang justru menciptakan alam semesta…ledakan ini sangat rumit,…penuh dengan perhitungan- perhitungan serta perancangan…sehingga mustahil mengatakan kalo faktor “kebetulan” mampu melakukan hal seperti ini..
oke..saya coba jelaskan lebih rinci lagi
dalm bukunya paul davies fisikawan teoritis mengatakan sebagai berikut
“Energi ledakan alam semesta mengimbangi gaya gravitasinya dengan ketepatan yang nyaris tak dapat dipercaya.Dentuman Besar jelas bukanlah sembarang ledakan di masa lalu, namun ledakan dengan kekuatan yang dirancang begitu indah.”
Paul Davies, Superforce: The Search for a Grand Unified Theory of Nature, 1984, hlm. 184
premis-premisnya adalah sebagai berikut
1. Teori Dentuman Besar menyatakan alam semesta dimulai dengan ledakan tunggal. Namun seperti terlihat pada bagian berikut, sebuah ledakan hanya akan membuat materi terlontar secara acak, namun Dentuman Besar secara misterius memberikan hasil berlawanan dengan materi terkumpul dalam bentuk galaksi-galaksi
Bahwa materi yang dihasilkan Dentuman Besar membentuk susunan yang begitu rapi dan teratur memang suatu hal yang luar biasa. seperti planet2, bintang semuanya teratur..
Terbentuknya keserasian yang luar biasa tersebut menuntun kita kepada kenyataan bahwa alam semesta merupakan ciptaan sempurna Allah….
2.Menurut perhitungan matematis jika laju pengembangan big bang hanya berbeda lebih dari 10 pangkat -18 detik saja (satu detik dibagi satu miliar kemudian dibagi satu miliar lagi), alam semesta tidak akan terbentuk.
laju pengembangan sangat dekat pada nilai kritis sehingga alam semesta dapat bebas dari gaya gravitasi dirinya dan mengembang selamanya. Sedikit lebih lambat maka alam semesta akan hancur bertubrukan, sedikit lebih cepat maka materi kosmik sudah menyebar secara acak sejak dulu.
jadi ledakan ini sangatlah pas..kita bisa lihat disini bahwa ledakan ini tampaklah telah “direncenakan”
3. Jika laju pengembangan satu detik setelah Dentuman Besar lebih kecil bahkan dari satu bagian per seratus ribu juta juta, alam semesta akan hancur sebelum pernah mencapai ukurannya sekarang
4. Perhitungan ahli matematika Inggris, Roger Penrose, menunjukkan bahwa probabilitas bagi terbentuknya alam semesta yang kondusif untuk kehidupan secara kebetulan adalah 1 dalam 10 pangkat 10 pangkat 123. Frase “sangat mustahil” tidak cukup untuk menggambarkan peluang ini.
Selengkapnya silahkan lihat http://www.harunyahya.com/indo/buku/semesta004.htm
wah terimakasih, komen balasan yg niat
tapi maaf saya sedang males nlis argumen panjang2, lain kali saya akan post tersendiri di ‘rumah’ saya. dan aggaplah saya setuju dg penjelasan anda, maka pertanyaan saya sederhana,
anda mengatakan bahwa alam semesta mustahil tercipta dg sendirinya karena keteraturan dan kekompleksan yg dimilikinya, betul?; dilain pihak sang pencipta (tuhan/Allah) tentu saja lebih kompleks dan hebat dari semesta ciptaanya bukan, lalu siapa yg menciptakan sang pencipta?
tuhan/Allah lebih hebat dan kompleks dari semesta kan? mustahil dung tercipta dg sendirinya? lalu siapa yg menciptakannya?
saya ulangi, mustahil alam tercipta dg sendirinya karena kekompleksan yg dimilikinya, karena itu membutuhkan pencipta; sang pencipta alam tentu saja lebih kompleks dari alam ciptaannya bukan? mustahil dung sesuatu yg sangat2 kompleks melebihi kekompleksan alam tercipta sendiri, pasti ada yg menciptakan? siapa?
hmmm saya wanti2 ya, jgn menggembalikan ini pada kitab suci, knp? karena pembahasan kita sudah sangat jauh? pengembalian jawaban pada kitab suci hanya menimbulkan pertanyaan yg lebih sepele? spt: apa benar kitab suci itu dari tuhan? apa buktinya? yg ujung2 nya, biasanya akan dijawab menggunakan logika sirkuler, spt: “tuhan ada karena kitab suci yg saya yakini menggatakan demikian, dan kitab suci saya benar karena tuhan telah menjamin kebenaran kitab suci yg saya yakini ini”
*mumet rek*
Yo salam belajar bro
*
*hihi ternyata panjang juga komen ku
yup…bener sekali bung..tentu bila kita berbicara tentang Tuhan..disinilah akal kita harus berhenti…karena Tuhan memang tidak akan pernah bisa dijelaskan oleh logika manusia..
kita harus ingat bahwa pemikiran manusia itu terbatas…bahwa meunurt pemahaman saya Tuhan tidak diciptapkan Tuhan itulah pencipta, yang Awal maupun yang akhir…
Apakah benar kitab suci itu adalah berasal dari Tuhan?
Saya seorang muslim tentu percaya bahwa Al Quran adalah kitab suci yang memang benar adalah wahyu Allah
kita bisa mengecek keasliannya dan mencocokan tentang ilmu pengetahuan yang ada sekarang….
pada faktanya Al Quran terlebih dahulu menjelaskan apa yang kita sebut alam semesta yang mengembang..jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesung-guhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (QS. Adz-Dzaariyat, 51: 47)
mungkin sampai situlah aku bisa menjelaskan
karena Tuhan memang tidak bisa dipikirkan
semua yang bisa kita pikirkan akan musnah
Satu hal yang tidak bisa kita pikirkan hanyalah Tuhan
wah klo gitu saya kembali ke komen saya yag pertama
*thanks, diskusi yg sehat
*
tanpa ada kafir2anups satu lagi
mas Tedy bilang
bisa dijelaskan apa saja ilmu pengetahuan yg dituliskan dalam AlQuran?
btw setau saya dalam ilmu pengetahuan tidak ada istilah langit, so ayat yg anda kutip itu, menurt saya bukan petunjuk, itu menunjukkan bahwa AlQuran ditulis berdasarkan ilmu yg berkembang pada masa itu, dimana manusia mengenal ‘langit’ sbg batas ‘atas’ dari bumi (bukan semesta), kata ‘meluaskannya’ juga sekedar menunjukkan bahwa langit itu luas, sangat luas dan tidak diketahui batas2nya oleh manusia pada saat itu, ehm… kenapa AlQuran gak pake kata ‘mengembang’ yak?
ini cuma satu teori lho, dan teori big bang sendiri blm kokoh.
bagaimana dengan teori2 ilmu pengetahuan yg lebih fundamental spt elektromagnetika, listrik, evolusi, relativitas, diferensial-integral, kuantum dll, apakah disbutkan dalam AlQuran.
menurut saya, mendasarkan kebenaran AlQuran pada ‘kebenaran’ ilmu pengetahuan adalah perbuatan SALAH BESAR, knp? ilmu pengetahuan itu berubah, didasarkan pada logika dan fakta2 observasi, dan apabila ditemukan fakta yg menyalahi suatu teori IP maka harus dirumuskan teori baru, lalu apakah pernyataan anda akan kesesuaian IP dg kitab suci akan direvisi juga?
salam
fakta bahwa alam semesta ada kkarena proses yang disebut big bang itu tidak bisa di ragukan lagi…karena menurut sepengetahuan saya…dan referensi di perpustakaan dan berbagai media internet..teori big bang benar2 memang sudah kokoh..
lalu kemudian tentang al quran, saya mendasarkannya pada sebuah tafsir (saya lupa namanyA) …saya tidak berani berdebat tentang tafsir karena…saya bukan ahlinya
jika anda tidak setuju dengan metode pencocokan Al quran dengan iptek,,,itu sah sah saja…memang ada ulama yang berpendapat nbegitu…
kalo anda ingin metode lain..anda bisa menguji keaslian AL quran berdasarkan ayat per ayat…struktur kata..dan struktur huruf2 per huruf pun. menunjukan bahwa AL quran bukan merupakan ciptaan manusia…kesempurnaan Ayatnya sangat luar biasa…sehingga mustahil bagi saya untuk menyatakan Bahwa Al Quran merupakan ciptaan Manusia..
yah menurut saya sih begitu..saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh lagi..soalnya saya sendiri bukan ulama…coba anda beli kitab tafsir al misbah..dan kitab tafsir yang lain…
jadi ya seperti itu bung
setelah anda mempelajari kita tafsir…(dengan bantuan seorang guru/ulama) anda mungkin bisa mempelajari ilmu perbandingan agama dan lain lain…
banyak sekali ilmu yang belum saya pelajari..sehingga saya tidak bisa menjelaskan lebih mendalam lagi
maaf bila jawaban saya tidak memuaskan
Intinya bhw semua itu adlh kebesaran Allah SWT. Kita sbg manusia bila dikumpulkan dari yg pintar2 dan hebat tdk akan sanggup memiliki pengetahuan ttg hal Ghaib, kecuali hny sedikit. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Mas Joyo kalo anda benar-benar pengen dpt jawaban yang pasti, anda mati aja biar anda yakin bahwa ALLAH SWT atau pencipta itu benar-benar ada karena dengan kematian semua misteri atau pertanyaan-pertanyan anda itu benar-benar akan terjawab..he3x daripada berdebat-berdebat terus, sepele kan:)