Tedy dalam tulisan

Icon

Menulis, Menulis dan Menulislah. Sungguh Tuhan itu Maha Penerbit

Remah–remah Kata

Menurutmu mudah, namun sungguh sulit hidup ini, hampir – hampir saja membuat menyerah. Menurutmu menyenangkan, namun sungguh rumit hidup yang ku lakukan.

Aku belum paham, dengan semua skenario pada semesta alam. Aku tak mengerti tentang yang terjadi pada diri. Begitu penuh dadaku dengan seluruh beban, membuatku sulit untuk sedikit menghela perasaan.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata, Keseharian

Hingga Setengah Matiku

Tidak ada yang lebih meresahkan hati dan jiwaku selain menunggu balasan pesan singkat darimu. Tiada yang lebih mencemaskan hatiku selain apakah tingkah laku ku yang membuatmu menjauhiku. Tiada yang lebih menghawatirkanku selain ketika kamu sedang digayuti duka.

Maafkanku jika terasa menjengkelkan, Maafkan aku jika menurutmu aku mengganggu, maafkan aku jika membuatmu tidak nyaman. Bukan ku sekalipun ingin ku menyakitimu. Bukan itu, sekali – kali tidaklah demikian.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata

Lebih Dari Cinta Manusia Manapun

Ketika melihatmu bersedih, manusia mana yang tidak luka hatinya. Langit mana yang tidak akan menurunkan hujannya, malam mana yang tidak akan memekatkan hitamnya, Angin mana yang tidak akan menjadi badai karenanya.

Ketika melihatmu tersenyum, Matahari mana yang tidak tersipu akan pesonanya, mawar mana yang tidak mekar akan parasnya, dan  mana yang tidak berkicau melihatnya.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata, Keseharian , , , , , ,

Catatan Tepi

Malam ini, seperti biasa, antara aku, bayanganku dan sunyiku, bercengkrama di tepian panjang hidup. Kami perbincangkani setiap baris hingga setiap karakter masa. Sementara di luar rintik hujan begitu sibuk mengirimkan pesan – pesan pada tiap perindu yang sedang dibalut keriuh-rendahan rasa pada hatinya.

Mengetikkan karakter per karakter menjadi teramat sulit, karena begitu bercampurnya perasaan, dan begitu dinamisnya perasaan. Kadang sedih teramat sedih, kemudian bahagia tertawa –tawa, semua terjadi begitu cepat. Sangat sulit jika tidak ingin dikatakan mustahil – mewakilkannya ke dalam kata – kata yang hanya disusun dari 26 karakter abjad.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata, Keseharian, Perenungan

Cinta Tanpa Bahasa

Ketika ku hanya bisa kirimkan pesan singkat tanpa karakter ke telepon selulermu, jangan sekali – kali tanyakan padaku kenapa. Karena menuliskan perasaanku dalam kata – kata adalah sama mustahilnya dengan berenang melintasi samudera pasifik.

Kalimat hanyalah kotak – kotak kecil buatan manusia, mana mungkin bisa menampung samudera perasaanku padamu. Bahasa hanyalah layang – layang kecil yang diterbangkan angin, mana mungkin bisa melintasi seluruh angkasa sayangku padamu.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata , ,

Lupakan, Lupakan Saja

497771510Perlahan, kujejakkan kaki – kaki yang lelah menapaki jalan – jalan kecil diantara belantara metropolitan. Ditemani Senja yang berarak pulang di ufuk barat. Asap knalpot beterbangan menghias –menyapa setiap sela – sela kendaraan. Diantara gedung – gedung tinggi yang angkuh menantang langit. Kebisingan sana – sini, kesibukan, keriuhan manusia yang membuat hati sunyi, perlahan mereda seiring pekat malam yang mulai menebarkan jubah hitamnya.

Perlahan tapi pasti, kusadari atau tidak, hari kian hari ku terseret dalam pusaran gelombang materi yang membuatku lupa akanMu. berusaha tegar, tetap tak goyang akan kerasnya badai yang menghantam. Tapi siapakah aku Tuhan? Tiada kekuatan yang kupunya selain semua adalah pertolonganMu.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bingkai Kata, Keseharian, Perenungan

Bercermin dari Sosok Bambang Ekalaya

ekalaya2Ini adalah posting pertama saya di tahun 2012. Semua orang berbahagia merayakan pergantian tahun, masih sama dengan tahun – tahun yang sebelumnya. Resolusi – resolusi lama yang dianggap baru dibuat dan kemudian dilupakan lagi sebelum bulan juni, hal lama yang selalu terjadi sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya

Bagi mereka yang masih kuliah, ada yang di tahun ini menargetkan bisa mempelajari tentang bab ini itu, lalu kemudian pada akhirnya berhenti di tengah jalan dengan alasan macam- macam yang dibuat – buat, entah alasan fasilitas, sulitnya birokrasi kampus atau apapun yang sebenarnya tidak patut untuk dijadikan alasan untuk menghentikan sikap dan kemauannya untuk belajar.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Keseharian, Perenungan , , , , ,

Investasikan Saja Untuk Kebahagiaanmu Nanti

Pasti suatu ketika apapun itu, kamu, aku, kita semua pernah mengalami sesuatu yang membuat anda sedih. Entah apapun itu penyebabnya. Hal tersebut adalah wajar, karena manusia diciptakan oleh Tuhan dengan segala kesempurnaan dan keterbatasannya.

Cuman,  akankah anda habiskan hidup anda yang sekali itu untuk bersedih saja, bermelankolis saja. Tidak ada  orang yang tanpa masalah dalam hidup  ini, karena memang demikianlah hidup itu. Bahagia tidaknya kita dalam hidup bergantung pada cara berpikir kita dalam memandang masalah

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Perenungan

Ihdinassirotol mustaqim

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Ihdinassirotol mustaqim. Demikianlah bunyi dari ayat ke 6 dari Surat Al Fatihah. Yang merupakan surah yang menjadi Induk dari Al Quran. Hiduplah seperti Al Fatihah maka engkau akan hidup seperti Al Quran, karena tidak ada ayat Qur’an yang begitu banyaknya akan keluar dari mainframe induknya yakni Al Fatihah. Dan yang paling membuat tertarik saya adalah pada ayat ke 6 ini yang kemudian dijelaskan oleh ayat ke 7.

Sebenarnya ini  doa yang paling tepat untuk kita semua, yaitu meminta  kepada Tuhan agar kita ditunjuki jalan yang benar, jalan yang lurus.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Perenungan

Mana Yang Boleh Dijual, Mana Yang Tidak

Jika kita ingin suatu peradaban yang bener, kita harus tahu, tentang apa – apa yang pantas untuk diperdagangkan, dan apa – apa yang tidak boleh atau tidak pantas untuk diperdagangkan. Kehancuran bangsa ini disegala bidang karena tidak lagi bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang harusnya tidak diperdagangkan.

Ambil contoh ketika pasien berobat, pasien harus membayar sejumlah biaya, karena tempat yang digunakan dokter itu kan nyewa, jadi pasien diminta toleransinya untuk juga urunan mbayar, begitu juga jarum dan obat suntiknya – jika pasien tersebut disuntik. Jarum dan obat suntik itu kan beli. Jadi pasien juga harus mengganti dong, biaya obat dan jarum suntik itu.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Perenungan, Sosial Politik , ,

Masukkan alamat email untuk berlangganan Tedy dalam tulisan dan menerima notifikasi via email jika ada tulisan baru

Bergabunglah dengan 619 pengikut lainnya.

Penafian dan Lisensi

Semua konten dalam blog ini adalah murni ekspresi pribadi penulis dan tidak mewakili lembaga atau institusi manapun, dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi penulis.


Semua konten di blog ini telah didaftarkan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0. Lisensi ini memungkinkan anda untuk bebas mengambil, memodifikasi, dan/atau menyebarluaskan seluruh atau sebagian isi artikel untuk keperluan nonkomersial, selama memberikan kredit kepada saya sebagai penulis pertama dengan menyebutkan “Tedy dalam Tulisan” dan “http://kliktedy.wordpress.com” dan mempertahankan lisensi yang sama dengan yang saya pakai.


Creative Commons License Tedy dalam tulisan by Tedy Tri Saputro is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License. Based on a work at kliktedy.wordpress.com. Permissions beyond the scope of this license may be available at http://kliktedy.wordpress.com.


Tedy in Tweets

Banner

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 619 pengikut lainnya.